Sekda Suleman Jelaskan Perkembangan Pengendalian Inflasi Gorontalo Utara

Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut) Suleman Lakoro menyampaikan hasil rapat koordinasi dalam rangka langkah konkret pengendalian inflasi daerah dengan Kementerian Dalam Negeri dan beberapa kementerian dan lembaga negara terkait, Selasa (3/9).

Sekda Suleman menyebut, terkait dengan penanganan inflasi di daerah, secara nasional, pergerakan-pergerakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tidak signifikan.

“Bahkan ada daerah yang justru deflasi. Sehingga jika rata-ratakan nasional masih di atas ambang batas kewajaran,” ungkapnya.

Sementara khusus Gorontalo Utara, memang kalau dilihat dari IPH, Sekda Suleman mengaku, dalam kondisi naik. Dari Minggu lalu 2,3 sekarang menjadi 2,4.

“Ini diakibatkan oleh karena perhitungan IPH itu, dilakukan baik year to year atau month to month, bahkan week to week,” jelas Sekda Suleman.

Memang diakui Sekda Suleman, jika dilihat pada bulan Juli, untuk minggu pertama hingga minggu keempat dan sekarang penilaian minggu keempat bulan Agustus, IPH Gorontalo Utara rendah dan bahkan sempat mengalami deflasi.

“Sehingga di minggu ketiga bulan Agustus itu ada tiga bahan pokok naik, itu berakibat pada kenaikan juga IPH. Karena dibandingkan dengan minggu keempat bulan Juli kemarin kita rendah,” paparnya.

Meski demikian, Sekda mengatakan, dengan naiknya IPH bukan berarti harga bahan pokok atau komoditas ikut naik.

“Seperti contoh, minggu ketiga Agustus yang mengakibatkan IPH kita naik, itu karena diakibatkan oleh tiga bahan pokok naik, yang pertama beras, kemudian cabe dan ayam potong,” ungkapnya.

Namun demikian, khusus cabe, setelah pihaknya turun pekan lalu dengan melihat trend naik. Dan fakta di lapangan harga cabe justru sudah turun.

“Itu harganya dari Rp 70 ribu per kilogram turun menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Dan itu sudah kita rilis melalui sistem untuk dilaporkan. Tapi, mungkin karena ini dirata-ratakan per bulan, walaupun harga cabe turun, tapi kita tetap terhitung naik IPH dibandingkan minggu keempat bulan Juli kemarin,” terangnya.

Demikian juga dengan ayam ras atau ayam potong, harganya hanya Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu per ekor, di satu sisi yang telah dirilis Rp 33 ribu sampai Rp 34 ribu per ekor.

“Olehnya saya berharap minggu depan IPH kita akan turun lagi. Karena untuk minggu ini kan akan dievaluasi minggu depan,” tandasnya. (Kominfo-Gorut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*